BMW Diisi Premium

Bolehkah BMW diisi premium? Sebelum menjawab ini, ijinkan saya curhat terlebih dahulu. Mobil BMW pertama saya adalah 318i E46 tahun 1999 Akhir. Untuk urusan bensin, jelas pertamax, karena kata orang memang harus pertamax. Selama setahun, hampir setiap saya mengisi bensin, pasti pertamax. Dan ketika saya cari di manual book BMW juga memang direkomendasikan level pengisian seperti ini:

  • Super Plus/premium plus petrol, octane number 98 RON
  • Premium-grade unleaded petrol, octane number 95 RON.
  • Regular-grade unleaded petrol, octane number 91 RON.

Jadi melihat panduan itu, maka minimal pengisian adalah oktan 91, berarti sedikit di bawah pertamax (oktan 92), sedangkan premium kan 88, dan pertamax plus oktannya 95.

bmw diisi premium

Namun ternyata, ada saja kendala yang membuat kita ga bisa mengisi pertamax ini, yaitu:

  1. harga.
    Ini kadang jadi pertimbangan utama, mengingat harga pertamax lebih dari 2x lipat premium. saat tulisan ini dibuat, pertamax di daerah Jawa Barat adalah Rp. 9.400,- (2,09 x lipat premium). Harga ini memang sudah keterlaluan, sudah sangat menguras kantong
  2. Banyak SPBU yang tidak menyediakan pertamax.
    Alasannya pertamax ternyata tidak laku. Padahal di papan list harga, ada tulisan pertamax. Tidak banyak komentar untuk alasan nomor 2 ini, emang kita mau protes ke karyawan SPBU-nya
  3. Pertamax sering kosong.
    Saya pernah 3 minggu berturut-turut ke SPBU yang ada di Lembang, dan jawabannya selalu kosong, hampir sebulan ga dapat supply.
  4. Sering dicuekin.
    Ini yang paling ngeselin, karena keran pertamax ini kurang peminatnya, akhirnya seluruh karyawan SPBU mengerubuti yang premium dan solar, alhasil kita harus nunggu cukup lama, apalagi kalau premium sedang penuh-penuhnya. Bahkan sering kita harus klakson or manggil-manggil meraka, kalau dicuekin saja, ya sudah cabut, cari pom bensin lain.

Ironis memang, ditengah gembar-gembornya pemerintah untuk menggunakan bensin non subsidi, tapi keempat hal di atas malah merintanginya. Maka cukup wajar kalau beberapa mobil mewah sekelas Alphard kedapatan meminum premium. Tapi pemerintah juga ga coba mengoreksi hal itu, malahan menakut-nakuti bahwa mesin mobil itu akan jebol dan rusak. Sungguh sebuah dilema, dibilang neraka tanpa membimbing jalan menuju surga. Seperti makan buah simalakama 🙂

Saya sendiri sering mengalami dilema itu, yang akhirnya mau ga mau saya isi dengan premium, kalau pas isi premium difoto, betapa sialnya. Sebenarnya bagaimana sih kalau mobil BMW diisi premium? Setelah setahun menjadi pembeli setia pertamax, akhirnya baru ingin tahu hal ini dari pendapat orang lain yaitu montir bengkel khusus BMW. Di sana ada 2 grup dan saya tanya keduanya tentang hal itu dalam waktu yang berbeda. Intinya sih apakah mesin BMW akan rusak kalau diisi Premium? ternyata keduanya menjawab “tidak”, bahkan katanya tidak ada hubungan jebolnya piston yang disebabkan oleh pengisian premium. Padahal, banyak analis yang diwawancara di TV, katanya piston akan jebol kalau mengkonsumsi premium.

Logikanya begini, kalau kita makan 92% dari kapasitas perut misalnya, maka kenyaknya pas, trus aktivitas juga lancar. Tenaga OK, dan optimal deh pokonya. Kemudian suatu ketika kita makan 88% saja dari kapasitas perut, nah ada gejala yang terasa di sana. Mungkin perut kita kerocongan karena masih lapar, terus tenaga juga kurang optimal walaupun tetap bisa kerja. Namun tidak akan pernah ada kejadian perut meledak karena jatah berkurang. Analogi penggunaan premium juga seperti itu. Yang saya tangkap, ada 2 hal yaitu bunyi ngelitik dan tenaga yang kurang optimal. Setelah saya amati, memang tenaga sedikit berkurang, tapi bunyi ngelitik tidak terdengar. Nah kebalikannya, kalau mesin tidak dipersiapkan untuk diisi pertamax, tapi tiba-tiba kita isi dengan pertamax, maka ini yang bahaya, karena daya ledak dari pertamax kan lebih besar dari premium, yang memungkinkan ledakan yang lebih dahsyat. Masih perlu eksperimen untuk membuktikan ini.

BMW memang bertenaga besar, dan kalau diisi premium tidak terdengar mengelitik, trus tenaga berkurang sedikit, dan cukup sering diisi premium juga ternyata mesin ga pernah bermasalah. Jadi tergoda nih untuk beralih ke premium, apalagi makin hari, makin mahal saja tuh si pertamax. Cuma ada informasi lain, bahwa kualitas premium di Indonesia kurang baik, ini memang yang harus jadi pertimbangan juga dengan sering memeriksanya saat service.

Berhasilkah pemerintah mengalihkan penggunaan premium ke pertamax cs? Sepertinya dengan berbagai cara, mereka masih mengalami kegagalan. Mulai dari spanduk “Premium untuk si miskin” yang dicuekin oleh si kaya. Trus kendaraan plat merah yang wajib pertamax, tapi kemudian mereka punya plat hitam cadangan. Pembatasan tahun dan kapasitas mesin yang baru wacana, dll. Semua itu belum membuat kesadaran masyarakan untuk beralih ke pertamax. Ya wajar saja, pertamax harganya selangit. Coba kalau premium Rp. 4.500,- dan pertamax Rp 6.000,- pasti migrasi ini berhasil. Memang sih harga minyak dunia memang mahal dan APBN jebol untuk subsidi ini. Nah APBN ini yang harus efektif, jangan dihambur-hamburkan, dikorupsi, dipake nombokin lapindo yang dibuat oleh kesalahan segelintir orang. Tengok saja APBD DKI Jakarta, yang sekarang lagi dibongkar oleh Ahok. Ternyata banyak sekali peruntukan APBD ini yang tidak jelas, hanya digunakan untuk hura-hura, dan ketika sudah menipis, mulai gerakan untuk menaikan harga bensin dll. Sunggu terlalu.

Yang terakhir, yang selalu dijadikan kambing hitam jebolnya APBN untuk subsidi BBM ini adalah mobil mewah. Padahal, berapa banyak sih habisnya BBM diminum oleh mobil mewah itu? mengapa tidak ditengok perusahaan2 yang selalu boros menggunakan BBM. APBN itu kan sumbernya dari pajak. Orang yang punya mobil mewah, bayar pajak yang lebih tinggi tentunya dibanding mobil biasa. Pajak itu masuk APBN dan sebagian diturunkan sebagai subsidi BBM. Nah, ternyata si empunya mobil mewah itu tidak boleh mendapatkan subsidi dari pajak yang dia bayarkan. Sudah gitu, banyak pajak yang disalahgunakan, dikorupsi, dll. Wah semakin rumit urusannya. Ibaratnya nabung, tapi kita tidak dapat manfaat dari nabungnya kita. Tuhan saja memberikan pahala dari setiap amal perbuatan umatnya. walahu alam.

Cukup curhatnya dan balik lagi ke topik semula. Jadi silakan pertimbangkan penggunaan premium untuk BMW anda dari penjelasan saya di atas, semoga ada manfaatnya dan ingatkan saya kalau ada kesalahan.

2 Comments:

  1. wkwkwk, bahasa kiasan yang ente pake ngejreng banget bos. keren beud 😀

Leave a Reply to Rijal hidayat Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *